Minggu, 21 September 2025

Hidup cuma sekali

 Hidup cuma sekali apa yang kamu cari ?

 

الناس سواء كأسنان المشط

Adalah ungkapan hikmah yang masyhur pada masanya, “manusia itu sama semua seperti gigi gigi sisir” kita semua sama walau berbeda-beda, kendati ada ribuan perselisihan pada kita pasti ada satu nada yang bisa berpadu seirama.

Kematian contohnya, dalam hal ini, semua Bani Adam menyuarakan huruf yang sama, bahwa hidup hanya sekali, datangnya kematian itu pasti, tidak ada satupun yang bernyawa membantah hal ini, bahkan mereka yang tak percaya adanya pencipta, terlebih si dalang kemunafikan pun demikian, Iblis yang saat itu seharusnya mati, bermuka badak memohon penangguhan pada Yang Maha Mengasihi, agar ditunda kematiannya, dengan hikmah-Nya permintaan itu dikabulkan, untuk menjadi seleksi dan ujian,  musuh yang nyata bagi anak keturunan manusia hingga datang ajal mereka.

Hidup manusia hanya sekali, nyawa mereka hanya satu, sekuat apapun dia, sekaya apapun dia, setenar apapun dia, sepintar apapun dia, kematian pasti akan menemuinya, ada yang menolak lantas ditampar, ada yang memberontak lantas didobrak, ada yang menerima dengan lapang dada maka dijamu dengan perlahan meskipun tetap menyakitkan, bahkan Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam tatkala menjelang wafatnya, dalam sahih al-Bukhari, ia bersabda :

يَقُولُ ‏"‏ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ‏

Ia (nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam berkata) “La Ila ha Illa Allah, sesungguhnya bagi kematian itu ada sakarat”

Jelas, bahwa kematian niscaya didahului sakarotulmaut, saat-saat ketika ruh dicabut dari jasadnya, dia akan datang kepada yang berdasi pun datang kepada yang berpeci, dia pasti datang kepada raja pun datang kepada hamba sahaya, dia datang tak pandang siapa, dia datang hanya karena titah pencipta, dia akan menjadi awal asa dan akhir rasa sakit bagi mereka yang menjadikan Allah subhanahuwata’ala sebagai satu-satunya Tuhan tanpa menyekutukannya dengan sesuatu apapun dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu’alaihiwasllam semasa hidupnya, namun akan datang sebagai awal malapetaka dan sosok durjana yang akan memporakporandakan jiwa mereka, manusia manusia durhaka – durhaka kepada diri mereka sendiri, dengan tidak menerima panggilan iman yang pasti telah Allah kirimkan dengan cara-Nya.

Sakarot sebagaimana orang yang mabuk disebut sakron, begitupula orang yang akan mati, sama-sama mengalami proses hilangnya akal dan kesadaran, namun sakarot diiringi dengan rasa sakit yang tidak ada satupun lisan mampu menjabarkan.

Hidup ini singkat kawan – sangat singkat, tak lebih dari detik-detik yang berlari mengejar, semakin hari semakin cepat larinya, menurut hitungan akhirat, الدنيا ساعة فاجعلها طاعة dunia ini hanya sesaat dan kesempatan tidak datang dua kali, maka isilah dia hanya dengan ketaatan demi ketaatan, sampai ajal bertamu dan kita siap bertemu, menyambutnya dalam keadaan tenang dan menenangkan.

 

Contemplated by Yon Nagib

Jumat, 05 September 2025

Dunia menipuku menipumu

Cinta dunia dalam teropong psikologi Islam

Terlalu mencintai dunia adalah satu masalah besar yang patut diselesaikan. Mungkin lisan mereka lihai berdalih "akhirat selamanya", tetapi kehidupan dan waktu adalah CCTV tak terlihat yang nyata, waktu akan membongkar prioritas demi prioritas seseorang, apakah dunia? Ataukah akhirat? 

Seperti apa yang akan terbukti, nampak seterang mentari, dalam surat az-zalzalah ayat 4-5

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا * بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا 
(الزلزلة: ٤–٥)1

"Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.”

Bahkan pohon, batu, kayu dan tanaman, tempat-tempat, dan segala material di bumi ini, akan menjadi saksi atas apapun yang dilakukan oleh manusia selama hidup di atasnya. 

Kenapa cinta dunia ini bisa menjadi masalah? Jelas, ini merupakan masalah yang nyata, karena seseorang yang di hatinya hanya ada dunia dan menjadikan itu titik pusat kehidupannya, kausalitasnya adalah, kekosongan jiwa dan ketidakseimbangan emosional, kenapa demikian? Karena rasa takut akan mendominasi, takut mati, takut kehilangan harta, takut masa depan terancam, takut tidak bisa hidup aman, takut a, takut b, dan seterusnya. 

Inilah akibat dari cinta dunia, takut ajal, takut berjuang, takut susah, takut ujian, takut masa depan terlantar, padahal dunia hanya sebentar, dunia hanya sesaat, pikiran dan jiwa sesak oleh segala hal yang mengarah ke dunia, berpusat pada materi yang fana, meskipun banyak yg sadar bahwa dunia tidak selamanya. 

Apakah kita lupa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihiwasallam dalam haditsnya yang masyhur dalam sahih Abi Dawud dari Tsauban Radiyallahu anhu, Nabi bersabda. 

يُوشِكُ الأممُ أن تداعَى عليكم كما تداعَى الأكَلةُ إلى قصعتِها . فقال قائلٌ : ومن قلَّةٍ نحن يومئذٍ ؟ قال : بل أنتم يومئذٍ كثيرٌ ، ولكنَّكم غُثاءٌ كغُثاءِ السَّيلِ ، ولينزِعنَّ اللهُ من صدورِ عدوِّكم المهابةَ منكم ، وليقذِفَنَّ اللهُ في قلوبِكم الوهْنَ . فقال قائلٌ : يا رسولَ اللهِ ! وما  الوهْنُ ؟ قال : حُبُّ الدُّنيا وكراهيةُ الموتِ

“Hampir tiba masanya umat-umat (lain) akan saling memanggil untuk menyerbu kalian, sebagaimana orang-orang yang lapar saling memanggil untuk menyantap hidangan mereka.”2

Seorang sahabat bertanya: “Apakah karena jumlah kita yang sedikit pada waktu itu, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab: “Bukan, bahkan pada waktu itu kalian banyak, tetapi kalian hanyalah seperti buih di atas lautan. Allah akan mencabut rasa takut terhadap kalian dari dada musuh-musuh kalian, dan Dia akan melemparkan ke dalam hati kalian penyakit al-wahn.” 

Ada yang bertanya: “Apakah al-wahn itu, wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda: “Cinta dunia dan benci kepada kematian.” 

𝕄𝕒𝕤𝕒 𝕚𝕥𝕦 𝕥𝕖𝕝𝕒𝕙 𝕝𝕒𝕞𝕒 𝕥𝕚𝕓𝕒 𝕕𝕒𝕟 𝕜𝕚𝕟𝕚 𝕜𝕚𝕥𝕒 𝕓𝕖𝕣𝕒𝕕𝕒 𝕕𝕚 𝕕𝕒𝕝𝕒𝕞𝕟𝕪𝕒
ᴅᴀɴ ɪᴛᴜ sᴇᴍᴜᴀ ᴀᴋɪʙᴀᴛ ᴅᴀʀɪ ᴄɪɴᴛᴀ ᴅᴜɴɪᴀ ʟᴜᴘᴀ ᴀᴋʜɪʀᴀᴛ 
ᴍᴇᴍᴀʏᴏʀᴋᴀɴ ᴍᴀᴛᴇʀɪ ᴅᴀɴ ᴍᴇᴍɪɴᴏʀᴋᴀɴ sᴘɪʀɪᴛᴜᴀʟ

Mental akan kelelahan, gelisah akan menjadi bayangan, dan rasa, tidak akan pernah merasa puas, sedikit beryukur, perasaan merasa kurang akan terus berdatangan. 

Sehingga hati menjadi keras, rasa menjadi kompong dan kosong, empati terkikis, karena semestanya hanya berporos pada dirinya dan harta benda yang dia cintai, sehingga muncullah peribahasa, 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶, hidup bergelimang harta namun hati tak bahagia. 

Begitu pula dalam hubungan sosialnya, dia akan menjadi egois tak kepalang, tamak, kikir dan perhitungan, karakter yang merupakan bagian dari sifat-sifat tak terpuji dalam Islam, kenapa? Karena hati dan pikirannya bising oleh suara-suara materi, sehingga akhirat tertindih jauh di dalam gelap terinjak-injak keramaian dunia dan isinya. 

Mati menjadi momok paling menakutkan, hidup tersesat kehilangan tujuan, ibadah hambar tak membekas di hati, jangankan manisnya, pahitnya pun tak terasa, hubungan sosial hanya sekedar relasi materialistis, simbiosis parasitisme "aku ada jika kau ada manfaat untuku" Jauh sekali dari prinsip prinsip ketulusan yang dijadikan pondasi kokoh oleh Islam. 

Padahal dunia itu tidak lebih dari sehelai sayap nyamuk yang bisa menjadi racun bisa menjadi penawar, dia akan meracuni saat kau buta karenanya, dan dia akan mengobati jika kau mampu menggenggam dan mengaturnya. 

Jadi ingat, sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dari sahabat Sahl bin Sa'ad as-Sa'idi al-Anshari yang diikhroj oleh Imam at-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah. 

«لو كانت الدنيا تعدل عند الله جناح بعوضة ما سقى كافراً منها شربة ماء»
(“Seandainya dunia seberat sayap nyamuk di sisi Allah, tidak akan diberi seorang kafir sesendok pun (darinya) ") 

Bahkan lebih parah daripada itu, dunia ini di sisi Allah, lebih buruk daripada 𝚋𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚒 𝚑𝚎𝚠𝚊𝚗 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚌𝚊𝚝𝚊𝚝  

“الدنيا وما فيها أذلّ وأحقر عند الله من جيفة الحيوان المعيب...”

(“Dunia dan seluruh isinya lebih hina dan rendah di sisi Allah daripada seekor bangkai hewan yang cacat.”)3

𝙰𝚙𝚊 𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚍𝚞𝚗𝚒𝚊???? 


"Wahai manusia kenali dirimu, ialah kaki tangan tubuhmu, duniamu taklah terlalu lama, akhiratmu pasti datang segera" 

Abul 'Atahiah, Abu Ishaq Ismai bin al-Qasim pernah bersenandung dalam syairnya 

إِذا ما خَلَوتَ الدَهرَ يَوماً فَلا تَقُل
‎خَلَوتُ وَلَكِن قُل عَلَيَّ رَقيبُ
‎Jikalau kau menyendiri suatu hari nanti
‎Jangan katakan aku sendirian
‎Tapi katakanlah Yang Maha Mengawasi
‎senantiasa mengawasiku4






Selasa, 26 Agustus 2025

NASIHAT UNTUK DIRIKU - SEGALA SESUATU SUDAH DITAKDIRKAN

 Wahai diriku dengarkanlah

Jangan pernah remehkan takdir yang tengah terjadi, selalu hargai segala sesuatu, ketika kau bertemu dengan siapapun jangan pandang sebelah mata, sapa dengan senyuman, ketika dia berbicara dengarkan, ketika kau menjelaskan sesuatu sesuaikan dan dengan bahasa yang halus sopan dan mudah dimengerti, hargai semua orang, dan hargai segala hal, jangan pernah merasa lebih baik dari orang yang kau temui, bagaimanapun keadaan dia dan seperti apapun. 

selalu ingat firman Allah subhanahuwata'ala, pedoman hidup yang sesungguhnya, dalam al-Qur'an Surat al-Hujurat ayat 11


 - يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيرا منهم

wahai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka yang diperolokkan lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok.


Ilmu itu rezeki dan sebagaimana rezeki ia bisa datang dari arah mana saja, maka jangan pernah memandang siapapun dan apapun tidak bernilai, karena adanya entitas itu adalah bukti adanya nilai yang dia bawa, itulah arti hidup di dunia ini, sekecil apapun nilai tersebut. 



Minggu, 24 Agustus 2025

NASIHAT UNTUK DIRIKU - JIKA KAMU TAU AKAN MENYESAL BERSABARLAH DAN JAUHI SEBABNYA

Kembalilah ke dasar



    Problematika kehidupan yang dialami oleh manusia di dunia ini sangat banyak dan beragam, semua masalah itu bervariasi, uniknya dia bertamu sesuai kepada orang yang dia datangi, karakteristiknya, tipikalnya, kekuatannya, sampai pada hal-hal detail yang tidak bisa dicapai oleh akal manusia, problem-problem tersbut benar-benar sesuai dengan orang yang menghadapinya. Maka, jika suatu problem yang harusnya menimpa si A ternyata menimpa si B, hasilnya 100% si B akan tersiksa atau 100% si B akan terlalu mudah melewatinya, karena levelnya terlalu tinggi atau levelnya terlalu rendah, meskipun hal demikian tidak mungkin terjadi selama-lamanya.
 
لا يكلف الله نفسا إلا وسعها
Allah subhanahuwata'ala tidak menguji seseorang kecuali sesuai kemampuannya


Senin, 18 Agustus 2025

NASIHAT UNTUK DIRIKU - TAU DIRI ITU SIFAT MALAIKAT

TAU DIRI ITU SIFAT MALAIKAT 


 {قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ}

 [البقرة : 32]


Para malaikat Allah berkata kepada Allah dalam firman-Nya 


"Maha Suci Engkau (ya Allah), tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"


Malaikat adalah simbol kebaikan, yang seharusnya dijadikan panutan oleh manusia untuk mewujudkan kebaikan itu sendiri 

Ketika seseorang mengetahui ilmu yang sesungguhnya dari dunia ini, dia pasti akan menyadari betapa sedikitnya yang ia ketahui dan betapa butuhnya ia kepada ilmu Allah subhanahuwata'ala


Seandainya pesan dan makna ayat yang mulia ini menetap dalam hati manusia 

Dan seandainya ia terus berupaya menjaganya dari luput dan lupa


Maka pastinya Allah Ta'ala akan menjaganya dari kekecewaan dan kegagalan


Seandainya setiap orang yang punya ilmu selalu merasa fakir dan terus mengemis ilmu di hadapan Allah Ta'ala, maka dia tidak akan sama sekali merasa sombong atau bangga dengan ilmu yang dia miliki selama lamanya. 


Nasihat untuk diriku sendiri 


- jangan berpikir dua kali untuk mengemis di hadapan Allah - merengeklah - menangislah - memintalah selayaknya anak kecil yang meminta uang kepada orang tuanya - justru ini akan menjadikanmu 1000x lipat lebih tenang dan nyaman - namun sebaliknya jangan pernah mengemis meminta minta kepada manusia, sedikitpun, sedikitpun, sedikitpun! Kecuali mereka yang menawarkan bantuan maka pertimbangkan, kepada manusia biasakan membantu  bukan meminta bantuan, biasakan memberi bukan meminta - jangan terlalu banyak mengeluh di hadapan manusia - itu akan membuat valuemu terkikis, tapi mengeluh dan berkesah kepada Allah Ta'ala akan membuatmu semakin berharga. 


Entri yang Diunggulkan

Hidup cuma sekali

  Hidup cuma sekali apa yang kamu cari ?   الناس سواء كأسنان المشط Adalah ungkapan hikmah yang masyhur pada masanya, “manusia itu sama s...