Hidup cuma sekali apa yang kamu cari ?
الناس سواء كأسنان المشط
Adalah ungkapan hikmah yang masyhur pada masanya, “manusia itu sama semua seperti gigi gigi sisir” kita semua sama walau berbeda-beda, kendati ada ribuan perselisihan pada kita pasti ada satu nada yang bisa berpadu seirama.
Kematian contohnya, dalam hal ini, semua Bani Adam menyuarakan huruf yang sama, bahwa hidup hanya sekali, datangnya kematian itu pasti, tidak ada satupun yang bernyawa membantah hal ini, bahkan mereka yang tak percaya adanya pencipta, terlebih si dalang kemunafikan pun demikian, Iblis yang saat itu seharusnya mati, bermuka badak memohon penangguhan pada Yang Maha Mengasihi, agar ditunda kematiannya, dengan hikmah-Nya permintaan itu dikabulkan, untuk menjadi seleksi dan ujian, musuh yang nyata bagi anak keturunan manusia hingga datang ajal mereka.
Hidup manusia hanya sekali, nyawa mereka hanya satu, sekuat apapun dia, sekaya apapun dia, setenar apapun dia, sepintar apapun dia, kematian pasti akan menemuinya, ada yang menolak lantas ditampar, ada yang memberontak lantas didobrak, ada yang menerima dengan lapang dada maka dijamu dengan perlahan meskipun tetap menyakitkan, bahkan Nabi Muhammad shallallahu’alaihiwasallam tatkala menjelang wafatnya, dalam sahih al-Bukhari, ia bersabda :
يَقُولُ " لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ
Ia (nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam berkata) “La Ila ha Illa Allah, sesungguhnya bagi kematian itu ada sakarat”
Jelas, bahwa kematian niscaya didahului sakarotulmaut, saat-saat ketika ruh dicabut dari jasadnya, dia akan datang kepada yang berdasi pun datang kepada yang berpeci, dia pasti datang kepada raja pun datang kepada hamba sahaya, dia datang tak pandang siapa, dia datang hanya karena titah pencipta, dia akan menjadi awal asa dan akhir rasa sakit bagi mereka yang menjadikan Allah subhanahuwata’ala sebagai satu-satunya Tuhan tanpa menyekutukannya dengan sesuatu apapun dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu’alaihiwasllam semasa hidupnya, namun akan datang sebagai awal malapetaka dan sosok durjana yang akan memporakporandakan jiwa mereka, manusia manusia durhaka – durhaka kepada diri mereka sendiri, dengan tidak menerima panggilan iman yang pasti telah Allah kirimkan dengan cara-Nya.
Sakarot sebagaimana orang yang mabuk disebut sakron, begitupula orang yang akan mati, sama-sama mengalami proses hilangnya akal dan kesadaran, namun sakarot diiringi dengan rasa sakit yang tidak ada satupun lisan mampu menjabarkan.
Hidup ini singkat kawan – sangat singkat, tak lebih dari detik-detik yang berlari mengejar, semakin hari semakin cepat larinya, menurut hitungan akhirat, الدنيا ساعة فاجعلها طاعة dunia ini hanya sesaat dan kesempatan tidak datang dua kali, maka isilah dia hanya dengan ketaatan demi ketaatan, sampai ajal bertamu dan kita siap bertemu, menyambutnya dalam keadaan tenang dan menenangkan.
Contemplated by Yon Nagib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar