Minggu, 23 September 2018

مهما الدهر ينقص والعمر يزيد
مادامت الرغبة والجهد
 يسيران كالشلالة تحت الشمس وظلال الأشجار
صوتها يهدئ قلوب من يسمعه
يطرد الرعب والخوف والقلق
وأنا اليوم في غابة
 لا أعلم الرشد
إلى أين سأتوجه
 أنا غريب ليس لي الغاية
كأن النور يهرب مني
 ويحرم ذاتها على لقائي
ما أنا بسامع إلا وغناء الطيور
يلاعبني كأنها التحقير

دعائي لا يصاحبني إلا أنت
حلمي لا يكلمني إلا أنت
أملي لا ينصحني إلا أنت
أنت أقرب أقربائي
ما لي سواك في ظلام دنيايا
ولو كان البكاء يتكرر كلما فتحت النافذة
هل هذا هو الأخير أم هوالأول
فأنا متأكد بأن في كل طرف النهاية، بداية
 لا ننكر فإن من أشقاء الذنوب الندامة
ولكن من كل ندامة توبة

فادعوا الله عسى أن يهدينا قلبا تائبا

 -الندامة هي البداية-

Minggu, 09 September 2018

Aku

Aku
_______________________
Muhammad Qozwaeni

Nama yang agak kaku terdengar di telinga


Setiap kali ku lagukan nama itu 

Orang-orang menuduhku sedang berkicau

Mereka berlalu lalang bersenda gurau
Menjadi angin yang tak kenal musim

Aku pun bergegas terbang dengan kicauanku
Mencari sekawanan burung yang hendak menyebrangi awan sore hari

Menyapa mereka dengan riang
Walaupun tak dipandang
Tapi tetap kulakukan meski hujan deras membasahi sayapku

Karena memang bukan itu yang kumau
Aku hanya ingin mempelajari kehidupan

Mendengarkan nasehat-nasehat pepohonan
Menyimak petuah-petuah tanah
Mengibarkan panji-panji nurani bersama dedaunan
Tanpa harus menunggu kedatangan musim semi
Karena di musim gugur sekalipun
Aku akan tetap hinggap di tangkai
Menemani batang pohon yang kesepian
Untuk sejenak ditinggalkan daun yang rindu pulang

Aku ya tetap aku

Yang akan selalu bernafas bebas
Memahami maksud tanah dan
Menjalankan perintah langit


Selasa, 24 Juli 2018

 أريد السحب
أريد أن أصطجع في صفاء و عذبته
أجلس فيه فأترعرع ولم يكن بجانبي  قمر
فلما ؟ لما كنت نائما لا يوقظني من التعب
الأحلام و الأنام علي قهر
لما كان لما كنت متخذ الفتاة حبيبة لا تحملني إلى السحب
أنا الحزين 
حزن الذي لم يزل يؤلمني و يتأمل
الآمال ما زرعت فيها أشجار خطتي
جاء الخريف و الشتاء يعاقبه
مازال الأحلام مناجية إلى الليالي
أنها تتمنى أن تلتقي بالفجر
 والظلم ما انفك يصاحب القمر
والحياة باقية على الحلم و العلم   
 
 

Rabu, 25 April 2018

Ambiguitas Sebuah Entitas



Malamku terasa semakin mencekam
Keringatku membeku setelah menguap bersama nafas yang memburu

Aku tercengang ribuan kali
Memutar arah langkah kaki
Menjelma jadi kerikil yang diinjak-injak raksasa tak berhati

Wahai Sajak-sajak ku hanya dikau yang setia menemani
Bait-bait ku hanya dirimu yang tak lekang oleh masa senantiasa mengusap peluhku

Keluh kesahku silih beradu
Dengan tatapan mata lalat yang melintas di hadapanku

Aku merasa tenggelam
Dipijak pasak bumi
Aku seakan merasa hilang

Dibawa terbang angin kerajaan
Tapi aku sama sekali tak butuh  dengan mahkota
Aku hanya benci jika mahkota jauh lebih dihargai dari orang yang mengenakannya

Bukanlah bodoh namanya seseorang yang berbalik dan terjatuh kembali di lubang yang sama dua kali

Tapi disanalah akan ada pelajaran tambahan yang akan mengisi kekosongan ruang yang terus berputar di sekitar

Aku masih berharap dan menunggu
Mendengar secercah bisikan terang yang menyelubungkan diri bergerak melesat di atas jalur lintas pelangi di kala senja





Selasa, 24 April 2018

Penduduk surga yang terdampar

Angin malam yang berbisik padaku
Jangan terlalu sering bercumbu dengan gelap
Karena cahaya akan melenyapkannya 
Jangan pula kau terlnea bersenda gurau dengan terang
Bisa saja kau disilaukan olehnya
Jadilah tenang di tengah lautan 
Meski di pesisir gemuruh ombak berdeburan menabrak karang
Bertubi-tubi datang menghantam bebatuan
Tapi sempitnya perahumu di pusat bumi 
Sama sekali tidak tergoncang sedikitpun

Tak gentar walau laut beeteriak
Tak mundur meski langit menghimpit
Selalu merasa lapang walau sebenarnya tak ada ruang

Itulah penafsiran garis tangan jalan hidup seorang anak adam yang mengarungi getar getir kehidupan seorang diri dengan gagah berani menantang arah angin berlawanan

Karena jalan yang ditempuh adalah lorong kebenaran 

Puncak yang didaki adalah bukit keabadian

Di atas sana telah lama menunggu kedatangan 
Manis bersila menatap depan
Uluran tangan keberhasilan 
Setelah ribuan tetes cucuran peluh menyuburkan tanaman 

Alam memelukku erat
Langit menyambutku hangat
Sedangkan isi bumi sedulu kala mencampakkanku begitu saja

Tapi ku tetap tak perduli dengan sayap lalat yang beracun

Tetap melesat ke arah terbitnya fajar
Walau membara panasnya
Tetap bermanfaat bagi makhluk kecil di atas tanah yang terbentang...

Entri yang Diunggulkan

Hidup cuma sekali

  Hidup cuma sekali apa yang kamu cari ?   الناس سواء كأسنان المشط Adalah ungkapan hikmah yang masyhur pada masanya, “manusia itu sama s...