Rabu, 25 April 2018

Ambiguitas Sebuah Entitas



Malamku terasa semakin mencekam
Keringatku membeku setelah menguap bersama nafas yang memburu

Aku tercengang ribuan kali
Memutar arah langkah kaki
Menjelma jadi kerikil yang diinjak-injak raksasa tak berhati

Wahai Sajak-sajak ku hanya dikau yang setia menemani
Bait-bait ku hanya dirimu yang tak lekang oleh masa senantiasa mengusap peluhku

Keluh kesahku silih beradu
Dengan tatapan mata lalat yang melintas di hadapanku

Aku merasa tenggelam
Dipijak pasak bumi
Aku seakan merasa hilang

Dibawa terbang angin kerajaan
Tapi aku sama sekali tak butuh  dengan mahkota
Aku hanya benci jika mahkota jauh lebih dihargai dari orang yang mengenakannya

Bukanlah bodoh namanya seseorang yang berbalik dan terjatuh kembali di lubang yang sama dua kali

Tapi disanalah akan ada pelajaran tambahan yang akan mengisi kekosongan ruang yang terus berputar di sekitar

Aku masih berharap dan menunggu
Mendengar secercah bisikan terang yang menyelubungkan diri bergerak melesat di atas jalur lintas pelangi di kala senja





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Hidup cuma sekali

  Hidup cuma sekali apa yang kamu cari ?   الناس سواء كأسنان المشط Adalah ungkapan hikmah yang masyhur pada masanya, “manusia itu sama s...